Tampilkan postingan dengan label Artikel. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Artikel. Tampilkan semua postingan

Pedas Menggigit si Kuwe Bakar Balado


Ikan bakar selalu mengundang sensasi dahsyat. Dari aroma wangi yang menebar saat dibakar hingga olesan bumbu yang meresap dalam dagingnya. Yang satu ini justru dibalut dengan bumbu cabai yang pedas menggigit. Ditambah kucuran air jeurk limau yang wangi, hmm... aduhai sedapnya!

Menjelang malam dan terjebak macet, rasanya menyantap seafood jadi pilihan paling pas. Resto ini sebenarnya sudah cukup lama ada di area Wisma Relasi Kebon Jeruk. Hanya saja baru sekali ini kami tergoda untuk mampir.

Dari luar terlihat biasa saja, namun area dalam resto ternyata cukup luas, dengan beragam akuarium dan tempat santap yang bersisian dengan kolam renang. Bintang Laut Seafood ternyata punya beragam pilihan seafood. Hampir semua jenis seafood bisa dipesan. Ikan kuwe, ikan baronang, kepiting, kepiting soka, aneka kerang (hijau, kepa, batu), cumi, dan udang.

Seafood bakar ada beberapa versi membumbuinya. Biasanya berbumbu bawang, kecap, saus Padang dan berbumbu kuning. Olesan bumbu saat seafood dibakar inilah yang menentukan kelezatannya. Jadi tanpa ditambah cocolan sambalpun daging ikan sudah terasa gurih enak.

Bumbu ikan bakar yang ditawarkan di tempat ini sedikit berbeda. Selain bumbu kecap, saus Padang dan bumbu kuning. Ada bumbu tauco balado. Hmm.. karena ingin bersemangat saat makan maka kuwe bakar baladolah yang jadi incaran. Sedangkan besarnya ikan ditentukan oleh yang ada dalam persediaan. Berkisar dari 500 gram – 800 gram per ekor.

Udangpun ditawarkan dalam 8 pilihan bumbu. Saus mentega, saus Padang, saus tiram, saus tauco, saus lada hitam, lada garam, atau digoreng tepung atau dibakar. Wah, semuanya serba menggiurkan. Karena udang telur asin sedang jadi trned di banyak resto, maka kamipun ingin mencicipi udang ini.

Tahu kipas yang menjadi pembuka, cukup menarik. Sebenarnya hanya tahu isi goreng tepung biasa. Isiannya irisan wortel, daun bawang dan udang. Yang unik justru sambal pendampingnya yang mirip saus a la Thai. Berupa irisan halus mangga muda, cabai rawit merah, dan bawang merah yang digenangi sedikit santan. Rasa gurih tahu gorengpun jadi enak dengan semburat rasa pedas gurih sambal ini.

Wah, ikan kuwe balado (Rp. 63.800,00) yang diselimuti dengan sambal sangat menggoda. Hampir semua badan ikan diselimuti sambal yang agak kasar. Bagian pinggirnya sedikit gosong dan kering. Sapuan sambal yang menggigit langsung terasa di lidah diselingi daging ikan kuwe yang lembut gurih. Setelah dikucuri air jeurk limau segar, rasanya jadi makin lengkap. Pedas-pedas gurih dan sedikit asam!

Proses pembakaran di atas bara api membuat kulit dan tulang ikan jadi garing. Tentu saja rasa pedas menggigit ini paling pas diimbangi dengan nasi hangat. Tak perlu cocolan sambal lagi. Untuk menahan rasa pedas enaknya kami justru tak mau merusaknya dengan kecap manis. Benar-benar pedas menyegar dan segar!

Udang galah telur asinnya (Rp. 25.000,00) cukup menarik. Hanya sayang selera saya kurang cocok dengan rasa gurih berlimpah. Udang galah goreng diberi saus telur asin yang agak kental. Awalnya saya justru mengharap saus ini agak kering dan melekat pada udang. Padahal rasa gurih udangnya cukup serasi dengan balutan kuning telur asin yang lembut gurih.

O,ya dari sejumlah sayuran tumis yang ditawarkan dalam menu, baby kailan tumis bawang putih yang jadi pilihan kami. Tumisan kailan muda disajikan dengan gaya Kanton. Diberi bumbu bawang putih cincang dan digenangi dengan saus kanji yang kental lembut. Rasa renyah sayurpun menyatu dengan aroma bawang putih yang kuat dan saus yang kental.

Wah, santap malampun jadi lumayan mengenyangkan. Tak salah jika memilih menghindari kemacetan dengan menyantap seafood di sini. Apalagi suasana cukup tenang sehingga acara makan terasa makin nikmat. Buat penggemar seafood, boleh sekali-sekali menjajal sajian seafood di sini!

Bintang Laut Seafood
Wisma Relasi
Jl. Panjang 267
Jakarta Barat
Telpon : 021-5328333

Tambuah Ciek! Randang Itam Plus Ikan Bilih Asok

Menu Padang Peranakan ini disajikan dengan sentuhan modern. Si randang itam tampak menggiurkan, berbalut bumbu kehitaman yang royal cocok dengan ikan bilih asok yang krenyes renyah. Dimakan basamo nasi sayo dan sambal lado mudo yang pedas menggigit, lamak rasanyo!

Kehadiran Marco's Bofet yang terletak di Setiabudi One memberikan pengalaman makan yang beda, khususnya bagi penggemar makanan Minang. Sekilas nama restoran ini memang berbau Italia. Padahal nama Marco sebenarnya berasal dari nama sang chef, sedangkan 'bofet' merupakan sebutan orang Padang untuk kedai minuman. Tapi seiring waktu pemakaian kata 'bofet' juga sudah mulai dikenal luas sebagai kedai yang menyajikan makanan.

Di bagian depan pengunjung akan disambut oleh poster Chef Marco yang juga berfungsi sebagai tempat order 'take away'. Sedangkan etalase berfungsi sebagai tempat menaruh berbagai hidangan yang dijejerkan dalam wadah-wadah beralas daun pisang. Saat melongok ke etalase berbagai menu seperti Telok Berendo, Ikan Bilih, Randang Itam, Paru Goreng, dan Bebek Lado Ijo tampak menggugah selera.

Interior di Marco's Bofet ditata dengan sentuhan minimalis modern, berbeda dengan restoran Padang yang pada umumnya ditata sederhana. Beberapa sentuhan jadoel hadir lewat pernak-pernik berupa wajan, penggorengan, teko bercorong panjang yang berbahan kuningan. Di salah satu sudut juga terdapat foto-foto hitam putih dengan latar susana kota Padang.

Hidangan tidak langsung disajikan di atas meja, tetapi ditulis pada selembar buku menu yang berulisan 'Old Padang Recipes'. Rupanya, meski menampilkan suasana modern tetapi menunya tetap memakai resep otentik. Beberapa menu langsung menarik perhatian saya, seperti Randang Itam, Dendeng Batokok, Pete Kacamata, Ikan Bilih Asok, dan Ikan Pari Panggang Pacak. Uniknya lagi tiap-tiap menu yang ditawarkan tertera asal kotanya. Kalau bingung memilih minuman, ada rekomendasi minuman yang pas di tiap menu. Sungguh menarik memang ide sang chef.

Meski semua tampak menggiurkan, akhirnya pilihan saya jatuh pada Randang Itam, Ikan Bilih Asok, dan Ayam Goreng Pane. Untuk pilihan nasinya ada dua, yaitu nasi biasa dan nasi sayo yang disajikan komplet bersama sayuran. Untuk ayam goreng saya harus menunggu sekitar 10 menit. Sedangkan menu lainnya langsung disajikan dalam porsi-porsi mungil pas untuk dinikmati sendiri.

Seporsi nasi sayo tersaji dalam wadah stainless bergaya India beralas daun pisang. Nasi ini dicetak tinggi dan disiram kuah gulai dan ditaburi serundeng hmm... harumnya sungguh menggoda selera. Di sekelilingnya ditaruh kerupuk aci berwarna pink, sambal merah, sambal ijo, dan bumbu rendang, serta sayur gulai kol dan kacang panjang.

O ya, sebelum makan saya pun mengintip selembar kertas yang berisi instruksi cara memakan di Marco's Bofet. Kertas tersebut sekaligus berfungsi sebagai alas makan. Pertama, pilih kuah sesuai selera, tuang ke dalam sepiring nasi bersama dendeng ragi, aduk jadi satu bersama sambal sambal ijo/merah. Wah, mantab!

Ayam goreng Pane yang harum ini bumbunya bawang sederhana. Dagingnya empuk dengan bagian luar terasa gurih garing. Sedangkan rendang itam seperti namanya, bumbunya kehitaman wah... sangat enak dimakan dengan nasi yang pulen. Di Padang rendang dengan bumbu itam memang jadi ciri khas Bukittinggi. Menikmati si bumbu rendang dengan nasi putih saja sudah enak... apalagi kalau dinikmati langsung dengan tangan. Wouww, dijamin tambuah ciek!

Untuk Ikan bilih Asok asli Bukit Tinggi disajikan dalam mangkok kecil. Ikan mungil berukuran 4-6 cm ini digoreng kering sehingga rasanya krenyes renyah. Ikan bilih dari danau Singkarak ini ukurannya lebih kecil dari yang di Sumatera Utara. Dicampur dengan sambal ijo yang memberikan sensasi krenyes dan lamat-lamat pedas di mulut.

Buat penggemar pedas, mungkin rasa sambal ijo/merah di Marco's Bofet ini tidak terlalu nonjok pedasnya. Mungkin itulah yang membuat hidangan Padang Peranakan racikan chef Marco ini mampu merangkul para tamu asing. Selain itu nasi yang disajikan memang tidak sebanyak porsi di restoran Padang umumnya. Pantas saja si bule di meja sebelah sukses menghabiskan dua piring nasi tanpa sisa.

Seporsi Randang Itam dan Ayam Goreng Pane masing-masing dihargai Rp 20.000,00, sedangkan Ikan Bilih Asok Rp 18.000,00 dan Rp 15.000,00 untuk nasi sayo. Kalau perut masih belum kekenyangan, cobalah juga memesan martabak kelapa atau es durian sebagai penutup. (detikfood)

Marco's Bofet
Setiabudi One, 1st Floor
Jl. H.R. Rasuna Said Kav. 62 Kuningan
Jakarta Selatan
Telp: 021-5203221
Jam Buka: 10.00-10.00